Minggu, 04 November 2012

Merman




Sebuah ff  yang terinspirasi dari novel  berjudul ‘INGO’ Helen Dunmore

Genre                   :  Romance, Fantasi.
Rate                       :  T
Main cast            :   Lee Sungmin, Cho Kyuhyun.
                                                               
WARNING!! YAOI!! Typo bertebaran!!

Disclaimer          :  saya hanya meminjam nama dari idol favorite saya, ini murni ff abal milik saya, tidak terpaku pada ‘Ingo’ karena saya ingin hal yang berbeda. hahaha



legenda ataupun dongeng, aku tak peduli. Aku percaya akan adanya dia, dia yang selalu datang dalam mimpiku hampir setiap malam. Gila memang... Tapi memang begini adanya. Aku sangat mengaguminnya. Mengagumi sosok indah yang berada di dalam laut sana.

"Kau gila..." Donghae sahabatku bergumam sembari menatap padaku yang kini tengah diam menikmati terpaan angin laut.

Kami duduk bersama dengan di iringi senja yang hampir tiba. Donghae menghela nafas dan kembali menatap'ku.

"Kau terlalu terobsesi, cho kyuhyun."

Donghae sahabatku berdiri dari duduk'nya dan ikut merasakan angin laut sepertiku dengan mata terpejam.

"Kau bisa menjadi gila"

Aku hanya terkekeh mendengar ucapan donghae, donghae benar, aku sudah sangat terlalu terobsesi pada'nya.

"Jika aku gila, masih ada kau yang akan mengurus'ku, bukan?"

"In your dream, cho."

"Jika mahluk ini hanyalah sebuah bualan, mengapa catatan mengenai mahluk seperti ini tersebar di dunia bahkan telah bermula sejak ribuan tahun yang lalu?"


Aku menjadi seperti ini, bukan karena tanpa alasan. Aku berani bersumpah, bahwa aku melihat'nya yang indah secara nyata. meskipun dengan penglihatanku yang sedikit buram karena terkena asinnya air laut saat itu, tapi aku yakin beribu yakin bahwa dia ada, nyata!

"Kau menjadi gila seperti ini, semenjak peristiwa tenggelam'nya kau tahun lalu. Ayolah cho... Setan laut mana yang telah merasukimu!"

"Ya,ya, ya, terserah apa katamu hae, aku memang telah dirasuki."

Dongahe mendelik kesal dan berjalan menjauh meninggalkan'ku. "Hey, dongahae ah!" Teriak'ku memanggilnya yang sudah berjalan menjauhiku. Anak itu, sungguh lucu.

Aku berjalan mendekati batu karang yang cukup tinggi. Menaikinya dan mencoba duduk dengan berhati-hati diatas licinya batu karang. Basah, licin berlendir serta berlumut, itu yang dirasakan tangan'ku ketika menyentuh batu karang yang tengah ku duduki ini.

Kejadian itu, takan pernah ku lupakan. Pertemuanku dengan'nya. Dengan sosok indah yang selalu berada dalam mimpiku.


TBC


Tidak ada komentar:

Posting Komentar